Misteri Suara Tengah Malam



Malam itu, aku berbuka puasa bersama teman-teman seasramaku. kami berbuka denganmakanan yang telah dimasak oleh ibu asrama. selang beberapa menit, hujan turun amat lebat disertai angin kencang dan listrik mati. kamipun segera turun dari kamar lantai 2, dan abah pun segera mengumpulkan kami di mushola. abah menjelaskan bahwa saat seperti ini adalah saat yang istijabah dalam berdoa. Akhirnya, kami semua mendirikan sholat isya’ dan berdoa seperti keinginan masing-masing. saat itu , aku brdoa agar aku mendapat juara 1 pararel. hal itu kuceritakan pada sahabatku, icha.
       usai shalat, abah merasa perutnya sakit karena dia belum sempat makan untuk berbuka puasa. dia hanya minum segelas air sebelum sholat magrib tadi. hal itu membuat kami panic, dan semakin lama suasana menjadi tegang. suara petir menghantam kamiyang sngat ketakutan. semua anak putripun saling berpelukan untuk menghilangkan ketakuatan.
       Beberapa menit kemudian, terlintas bayangan seseorang berjalan menuju toilet. tampaknya dia adalah Didi, anakn putra seasramaku.
       Ada yang aneh dari sikapnya itu. 15 menit kemudian, lampu menyala dan angin mulai mereda. segera saja kami bergegas menuju kamar untuk tidur. sampai di kamar tidur, aku masih terbayang-bayang oleh Didi yang berjalan ke toilet tadi. sebab, Didi belum kembali sampai kami meninggalkan mushola. Akhirnya, aku tidak bisa tidur karna ketakutanku, tapi tak seorangpun mendengar isak tangisku. Ketika semua sunyi, kupandangi kamar  yang berisi almari teman-temanku. tiba-tiba, kudengar suara aneh dari luar.
       “thuk..thuk..” seperti itulah suaranya. sepertinya ada seseorang yang sedang memukul kayu di bawah. akupun berusaha tidur seperti teman-temanku yang lain. Namun, bunyi itu semakin keras. Hal itu membuatku mulai marah karena bunyi itu telah mengganguku, akupun menengok ke jendela dengan tangan dan kaki yang gemetar. Anehnya bunyi itu menghilang. kupun bergegas kembali ke tempat tidur. Lagi-lagi, bunyi itu terdengar dan semakin keras. untung sahabatku, icha bangun dari tidurnya. Dia berencana akan mendirikan sholat malam saat itu.
       “Lia, kenapa kau bediri disitu ?”,tanyanya.
       “ohh, ada sesuatu yang mau aku ceritakan padamu.”jawabku.
akupun menceritakan semuanya, tapi dia tampak biasa-biasa saja. saat kami kembali, terdengar bunyi aneh itu lagi. Aku sangat takut, tapi anehnya Icha tidak mendengarnya.
       “lia, kau di depan saja biar gak takut !!” serunya.
akupun berjalan mendahului Icha. aku sangat terkejut ketika semua anak menyambutku. mereka mengatakan dengan serentak “Selamat buat temen kita yang rangking 1 pararel.”ternyata, bunyi aneh itu adalah bunyi alarm abah yang rusak. sbenarnya, semalaman tidak ada seorangpun yang tidur karena alarm itu. Tapi, hal itu membuat ide mereka muncul seiring pengumuman yang telah diperoleh mereka dari Abah, pemilik asrama sekaligus guru di sekolah kami.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »